Review Avatar Fire and Ash; Ngebosenin, tapi . . .
REVIEW: AVATAR: FIRE AND ASH
Sumber Gambar: https://www.themoviedb.org/movie/83533-avatar-fire-and-ash/images/posters (all right fully yours)
"Bagaimanapun duka menimpamu, kita harus belejar hidup menerima segala ketetapan yang sudah terjadi"
Sebagai pecinta film CGI, avatar tentu masuk daftar tontonan wajib tahun ini. Karena film pertama dan kedua memang tidak sempat menonton di layar lebar. Film pertama 2009, belum kenal bioskop, film ke 2, 2022, saya lupa kenapa gak nonton yah, hhe. Tapi pas keluar digital langsung nonton dan yah memang sebagus itu visual nya. Ceritanya?, well gimana yah. Gak jauh lebih bagus dari film pertama, tapi saya paham, Avatar memang suguhan visual nya yang jadi jualan utama.
Avatar: Fire and Ash. Avatar: Api dan Abu.
Difilm ketiga ini development karakternya lebih berasa, kalo dari sudut pandang saya si, lebih tertarik ke drama keluarganya ya. Dimana Lo'ak kalopun udah gede dia belum dipercaya sepenuhnya sama sang aAyah, bahkan kematian saudaranya difilm ke-2 dianggap salahnya dia.
Neytiri, Ibunya, lemes banget di awal, ternyata dia masih menyimpan duka dan kebencian sama Spider. Walaupun akhirnya menerima.
Jake, dia berusaha ngontrol semuanya, dan ya gak bisa, perlu bantuan juga pastinya.
Bagus gak filmnya?. Overall bagus, keluar bioskop juga puas banget: gak seperti nonton Fantastic 4 yang... Ah sudahlah ya.
Bagi penonton muslim, Yang perlu diperhatiin jadwal tayangnya ya, kalo siang pasti harus ditinggal dulu buat sholat, karena 3 jam 15 menit bukan waktu yang sebentar. Sayapun sholat dulu sebentar, dan tidak kehilangan elemen pentingnya. Saran saya kalo mau bebas mungkin ambil jadwal setelah sholat isya, lebih aman, tapi keluar lebih malam.
Dari Sisi CGI?, dah gak usah ditanya, cuma yang saya komentari, pemilihan fps (frame per second) nya ya, kemarin entah 48/60 jadi gerakannya berasa kurang natural buat mata saya mah. Kalo berkesempatan, cobalah nonton langsung di studio IMAX, saya yakin bakal lebih wah lagi. Sayanganya di kota Serang belum ada IMAX.
Villain?, bosen masa itu itu aja dari film pertama. sbenernya ada Varang, cuma kurang development, mungkin film selanjutnya. Ini yang buat film jadi kurang mendalam ceritanya. .
Apa kita butuh cerita kelanjutanya?
Kayaknya si enggak ya sebenernya, soalnya keliatan dari film ini aja villain masih sama, konflik besar itu-itu aja (tentunya tambahan drama keluarga yang saya bahas tadi ),.
Diluar teknis cerita yang menurut saya kurang. Yang pasti, film ini mengajarkan bahwa, manusia seserakah itu ya!, demi mengeruk kekayaan alam sampai mengusik warga aslinya, yang pada akhirnya jadi bencana (Familiar?, yap Indonesia banget kan)... Kita juga punya ancaman di tanah papua, papua diincer buat pembukaan lahan demi alasan kekuatan pangan, padahal?, Pemerintah pusatnya sendiri yang lemah dan sibuk memperkaya diri. Liat saja, bencana banjir Sumatera?, pemerintah seakan diam saja, karna mereka yang punya.
Bisa-bisa di film avatar ini terjadi di kita. Orang asing datang, mengusir pribumi, mengeruk kekayaan.
Selain itu, mengajarkan untuk jangan gegabah mengambil keputusan, pasti selalu ada jalan lain, walaupun beresiko, tapi tetap kebaikan yang dijadikan tujuan utamanya.
Ada juga yang tidak sesuai hati nurani, jangan diikuti, karena sejatinya hati nurani itu tak akan setuju jika bertentangan dengan nilai kebaikan.
Saya beri rating 9/10 untuk film ini.
Semoga kedepan ada film indonesia yang eksplor jangan melulu film horor. Nah tahun depan ada Pelangi di Mars dengan genre yang belum pernah dicoba di Indonesia. Mari kita tunggu.
Yuk diskusi dikolom komentar, apanih pendapat kalian tentang film Avatar: Fire and Ash?
Comments
Post a Comment